Kalkulator Ukuran Kabel Online – Hitung Kebutuhan Kabel Anda


Kalkulator Ukuran Kabel Online

Hitung Ukuran Kabel yang Tepat untuk Instalasi Anda

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan ukuran penampang kabel yang direkomendasikan berdasarkan parameter listrik dan instalasi Anda. Pastikan keamanan dan efisiensi sistem listrik Anda.


Total daya beban yang akan dialiri kabel (dalam Watt). Contoh: 2200 untuk 1 PK AC.


Tegangan nominal sistem listrik (dalam Volt). Contoh: 220V (1-fase), 380V (3-fase).


Rasio daya aktif terhadap daya semu (0.1 – 1.0). Untuk beban resistif murni (pemanas), gunakan 1.0. Untuk motor, biasanya 0.8 – 0.9.


Pilih jenis sistem fase listrik Anda.


Panjang total bentangan kabel dari sumber ke beban (dalam meter).


Pilih material konduktor kabel. Tembaga memiliki konduktivitas lebih baik.


Persentase penurunan tegangan maksimum yang dapat diterima (biasanya 2-5%).



Hasil Perhitungan Kalkulator Ukuran Kabel

Ukuran Kabel yang Direkomendasikan: N/A

Arus Beban Terhitung (I): N/A A

Area Min. Berdasarkan Arus (A_arus): N/A mm²

Area Min. Berdasarkan Penurunan Tegangan (A_vd): N/A mm²

Penurunan Tegangan Aktual: N/A V (N/A %)

Perhitungan didasarkan pada kapasitas hantar arus (ampacity) dan batasan penurunan tegangan. Ukuran kabel akhir diambil dari nilai terbesar antara kedua kriteria tersebut untuk memastikan keamanan dan kinerja optimal.

Grafik Perbandingan Ukuran Kabel vs. Jarak

Grafik ini menunjukkan bagaimana kebutuhan ukuran kabel (berdasarkan penurunan tegangan dan ampacity) berubah seiring dengan peningkatan jarak kabel untuk beban yang sama.

Tabel Referensi Ukuran Kabel Umum (Tembaga, 1-Fase, 220V)

Ukuran Kabel (mm²) Kapasitas Arus Maks. (A) Jarak Maks. untuk 2% VD (m) @ 10A Jarak Maks. untuk 5% VD (m) @ 10A
1.5 15 15 38
2.5 20 25 63
4 26 40 100
6 34 60 150
10 46 100 250
16 61 160 400
25 80 250 625
35 100 350 875

Catatan: Kapasitas arus dan jarak maksimum adalah nilai perkiraan untuk kondisi standar (Tembaga, 1-Fase, 220V, PF 0.85, suhu 30°C, dalam pipa). Selalu konsultasikan dengan standar SNI dan ahli listrik.

Apa itu Kalkulator Ukuran Kabel?

Kalkulator Ukuran Kabel adalah alat digital yang dirancang untuk membantu Anda menentukan penampang melintang kabel listrik yang paling sesuai untuk suatu instalasi. Pemilihan ukuran kabel yang tepat sangat krusial dalam setiap proyek kelistrikan, baik untuk rumah tangga, komersial, maupun industri. Ukuran kabel yang tidak sesuai dapat menyebabkan berbagai masalah serius, mulai dari penurunan tegangan yang berlebihan, pemanasan kabel yang berbahaya, hingga risiko kebakaran.

Alat ini bekerja dengan mempertimbangkan beberapa parameter penting seperti daya beban, tegangan sistem, jarak kabel, jenis material konduktor, dan faktor daya. Dengan memasukkan data-data ini, Kalkulator Ukuran Kabel akan menghitung arus yang mengalir dan potensi penurunan tegangan, kemudian merekomendasikan ukuran kabel minimum yang memenuhi standar keamanan dan kinerja.

Siapa yang Seharusnya Menggunakan Kalkulator Ukuran Kabel?

  • Teknisi Listrik dan Kontraktor: Untuk perencanaan instalasi baru atau upgrade sistem yang ada, memastikan kepatuhan terhadap standar dan keamanan.
  • Pemilik Rumah: Saat memasang peralatan listrik baru dengan daya tinggi (misalnya AC, water heater, pompa air) atau merencanakan renovasi yang melibatkan perubahan instalasi listrik.
  • Mahasiswa Teknik dan Pelajar Vokasi: Sebagai alat bantu belajar untuk memahami prinsip-prinsip dasar perhitungan kabel.
  • Siapa Pun yang Berencana Menginstalasi Listrik: Untuk mendapatkan perkiraan awal dan pemahaman tentang kebutuhan kabel sebelum berkonsultasi dengan profesional.

Kesalahpahaman Umum tentang Ukuran Kabel

Beberapa kesalahpahaman sering terjadi terkait pemilihan ukuran kabel:

  • “Semakin besar kabel, semakin baik”: Meskipun kabel yang lebih besar umumnya lebih aman, penggunaan kabel yang terlalu besar secara tidak perlu akan meningkatkan biaya material dan instalasi secara signifikan. Ada titik optimal antara keamanan, kinerja, dan biaya.
  • “Hanya perlu melihat daya beban”: Daya beban memang penting, tetapi faktor lain seperti jarak kabel dan penurunan tegangan juga sama krusialnya. Kabel yang panjang membutuhkan penampang lebih besar untuk menghindari penurunan tegangan, meskipun daya bebannya tidak terlalu tinggi.
  • “Semua kabel sama”: Berbagai jenis kabel memiliki karakteristik yang berbeda (misalnya, NYM, NYY, NYA). Material konduktor (tembaga vs. aluminium) dan jenis isolasi juga mempengaruhi kapasitas hantar arus dan ketahanan.
  • “Kabel tidak akan panas jika tidak ada korsleting”: Kabel dapat memanas bahkan tanpa korsleting jika arus yang mengalir melebihi kapasitas hantar arusnya (ampacity) atau jika ada beban berlebih yang terus-menerus. Pemanasan berlebih dapat merusak isolasi dan menyebabkan kebakaran.

Formula dan Penjelasan Matematis Kalkulator Ukuran Kabel

Perhitungan ukuran kabel didasarkan pada dua kriteria utama: kapasitas hantar arus (ampacity) dan penurunan tegangan (voltage drop). Ukuran kabel yang direkomendasikan adalah yang terbesar dari kedua hasil perhitungan ini.

1. Perhitungan Arus Beban (I)

Langkah pertama adalah menghitung arus total yang akan mengalir melalui kabel. Formula bervariasi tergantung pada jenis fase:

  • Untuk Sistem 1-Fase:
    I = P / (V * Cos φ)
  • Untuk Sistem 3-Fase:
    I = P / (√3 * V * Cos φ)

Di mana:

  • I = Arus Beban (Ampere)
  • P = Daya Beban (Watt)
  • V = Tegangan Sistem (Volt)
  • Cos φ = Faktor Daya
  • √3 ≈ 1.732 (konstanta untuk sistem 3-fase)

2. Penentuan Ukuran Kabel Berdasarkan Kapasitas Hantar Arus (Ampacity)

Setiap ukuran kabel memiliki batas maksimum arus yang dapat dialirinya tanpa mengalami pemanasan berlebih yang berbahaya. Batas ini disebut kapasitas hantar arus atau ampacity. Setelah mendapatkan nilai arus beban (I), kita membandingkannya dengan tabel kapasitas hantar arus standar (misalnya, SNI atau IEC) untuk menemukan ukuran kabel minimum yang dapat menahan arus tersebut.

Faktor-faktor seperti suhu lingkungan, metode instalasi (dalam pipa, udara terbuka, dll.), dan jumlah kabel dalam satu saluran dapat mempengaruhi kapasitas hantar arus. Kalkulator ini menggunakan tabel ampacity yang disederhanakan untuk kondisi umum.

3. Penentuan Ukuran Kabel Berdasarkan Penurunan Tegangan (Voltage Drop)

Penurunan tegangan adalah hilangnya sebagian tegangan listrik saat mengalir melalui kabel dari sumber ke beban. Penurunan tegangan yang berlebihan dapat menyebabkan peralatan tidak berfungsi optimal, boros energi, dan bahkan merusak peralatan. Batas penurunan tegangan yang diizinkan biasanya antara 2% hingga 5% dari tegangan sistem.

Formula untuk menghitung penampang kabel minimum (A) berdasarkan penurunan tegangan adalah:

  • Untuk Sistem 1-Fase:
    A = (2 * ρ * L * I * Cos φ) / (VD_maks * V)
  • Untuk Sistem 3-Fase:
    A = (√3 * ρ * L * I * Cos φ) / (VD_maks * V)

Di mana:

  • A = Penampang Kabel Minimum (mm²)
  • ρ (Rho) = Resistivitas material konduktor (Ω·mm²/meter).
    • Tembaga (Copper): sekitar 0.0172 Ω·mm²/meter
    • Aluminium (Aluminum): sekitar 0.0282 Ω·mm²/meter
  • L = Jarak Kabel (meter)
  • I = Arus Beban (Ampere)
  • Cos φ = Faktor Daya
  • VD_maks = Penurunan Tegangan Maksimum yang Diizinkan (dalam Volt). Ini dihitung dari persentase yang diizinkan: VD_maks = (Persentase VD / 100) * V
  • V = Tegangan Sistem (Volt)

Tabel Variabel

Variabel Makna Unit Rentang Umum
P Daya Beban Watt (W) 100 W – 100.000 W
V Tegangan Sistem Volt (V) 220 V (1-fase), 380 V (3-fase)
Cos φ Faktor Daya Tanpa unit 0.8 – 1.0
L Jarak Kabel Meter (m) 1 m – 500 m
ρ Resistivitas Konduktor Ω·mm²/m 0.0172 (Tembaga), 0.0282 (Aluminium)
VD_maks Penurunan Tegangan Maks. % atau Volt 2% – 5%
I Arus Beban Ampere (A) Tergantung beban
A Penampang Kabel mm² 1.5 mm² – 240 mm²

Contoh Praktis Penggunaan Kalkulator Ukuran Kabel

Contoh 1: Instalasi AC 1 PK di Rumah

Seorang pemilik rumah ingin memasang AC 1 PK (sekitar 900 Watt) di kamar tidur yang berjarak 25 meter dari panel listrik utama. Sistem listrik rumah adalah 1-fase 220V. Diasumsikan faktor daya AC adalah 0.85 dan penurunan tegangan maksimum yang diizinkan adalah 3%.

  • Input:
    • Daya Beban (P): 900 Watt
    • Tegangan Sistem (V): 220 Volt
    • Faktor Daya (Cos φ): 0.85
    • Fase: 1-Fase
    • Jarak Kabel (L): 25 meter
    • Jenis Konduktor: Tembaga
    • Maks. Penurunan Tegangan (%): 3%
  • Output (dari Kalkulator Ukuran Kabel):
    • Arus Beban Terhitung (I): 900 / (220 * 0.85) ≈ 4.81 A
    • Area Min. Berdasarkan Arus (A_arus): 1.5 mm² (karena 4.81A < 15A)
    • Area Min. Berdasarkan Penurunan Tegangan (A_vd): (2 * 0.0172 * 25 * 4.81 * 0.85) / (0.03 * 220) ≈ 1.89 mm²
    • Ukuran Kabel yang Direkomendasikan: 2.5 mm² (nilai terbesar antara 1.5 mm² dan 1.89 mm², dibulatkan ke ukuran standar terdekat)
    • Penurunan Tegangan Aktual: sekitar 2.3% (4.9 V)

Interpretasi: Meskipun arus beban hanya sekitar 4.81A yang secara ampacity bisa ditangani oleh kabel 1.5 mm², jarak 25 meter menyebabkan penurunan tegangan yang signifikan. Oleh karena itu, untuk menjaga penurunan tegangan di bawah 3%, dibutuhkan kabel minimal 1.89 mm², yang dibulatkan ke ukuran standar 2.5 mm². Ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan penurunan tegangan, terutama untuk jarak yang lebih jauh.

Contoh 2: Instalasi Motor Industri 3-Fase

Sebuah pabrik ingin memasang motor listrik 3-fase dengan daya 7500 Watt. Sistem listrik pabrik adalah 3-fase 380V. Jarak kabel dari panel ke motor adalah 50 meter. Faktor daya motor adalah 0.8 dan penurunan tegangan maksimum yang diizinkan adalah 4%.

  • Input:
    • Daya Beban (P): 7500 Watt
    • Tegangan Sistem (V): 380 Volt
    • Faktor Daya (Cos φ): 0.8
    • Fase: 3-Fase
    • Jarak Kabel (L): 50 meter
    • Jenis Konduktor: Tembaga
    • Maks. Penurunan Tegangan (%): 4%
  • Output (dari Kalkulator Ukuran Kabel):
    • Arus Beban Terhitung (I): 7500 / (1.732 * 380 * 0.8) ≈ 14.23 A
    • Area Min. Berdasarkan Arus (A_arus): 2.5 mm² (karena 14.23A < 15A, tapi untuk 3-fase biasanya dimulai dari 2.5mm² untuk beban motor)
    • Area Min. Berdasarkan Penurunan Tegangan (A_vd): (1.732 * 0.0172 * 50 * 14.23 * 0.8) / (0.04 * 380) ≈ 6.65 mm²
    • Ukuran Kabel yang Direkomendasikan: 10 mm² (nilai terbesar antara 2.5 mm² dan 6.65 mm², dibulatkan ke ukuran standar terdekat)
    • Penurunan Tegangan Aktual: sekitar 2.6% (9.8 V)

Interpretasi: Untuk motor 3-fase ini, meskipun arus bebannya relatif rendah (14.23A), jarak kabel yang cukup panjang (50 meter) membuat penurunan tegangan menjadi faktor dominan. Kabel 2.5 mm² tidak akan cukup untuk menjaga penurunan tegangan di bawah 4%. Oleh karena itu, kabel 10 mm² direkomendasikan untuk memastikan motor beroperasi dengan efisien dan aman.

Cara Menggunakan Kalkulator Ukuran Kabel Ini

Menggunakan Kalkulator Ukuran Kabel ini sangat mudah dan intuitif. Ikuti langkah-langkah berikut untuk mendapatkan rekomendasi ukuran kabel yang akurat:

  1. Masukkan Daya Beban (P): Tentukan total daya (dalam Watt) dari semua peralatan yang akan dihubungkan ke kabel ini. Anda bisa menemukan informasi ini pada label peralatan atau manualnya.
  2. Masukkan Tegangan Sistem (V): Masukkan tegangan nominal sistem listrik Anda (misalnya, 220V untuk 1-fase atau 380V untuk 3-fase).
  3. Masukkan Faktor Daya (Cos φ): Faktor daya adalah ukuran efisiensi penggunaan daya listrik. Untuk beban resistif murni (pemanas, lampu pijar), gunakan 1.0. Untuk beban induktif (motor, AC), gunakan nilai antara 0.8 hingga 0.95. Jika tidak yakin, 0.85 adalah nilai umum yang aman.
  4. Pilih Fase: Tentukan apakah sistem listrik Anda menggunakan 1-fase atau 3-fase.
  5. Masukkan Jarak Kabel (L): Ukur panjang bentangan kabel dari sumber listrik (misalnya, panel MCB) hingga ke titik beban (misalnya, stop kontak atau terminal peralatan) dalam meter.
  6. Pilih Jenis Konduktor: Pilih antara Tembaga (Copper) atau Aluminium (Aluminum). Tembaga umumnya memiliki konduktivitas lebih baik.
  7. Masukkan Maks. Penurunan Tegangan yang Diizinkan (%): Tentukan persentase penurunan tegangan maksimum yang Anda toleransi. Umumnya, 2% hingga 5% adalah batas yang diterima. Untuk penerangan, disarankan 2-3%, sedangkan untuk daya, 3-5% masih dapat diterima.
  8. Klik “Hitung Ukuran Kabel”: Setelah semua input terisi, klik tombol ini untuk melihat hasilnya.

Cara Membaca Hasil

  • Ukuran Kabel yang Direkomendasikan: Ini adalah hasil utama, menunjukkan penampang kabel minimum dalam mm² yang Anda butuhkan. Selalu pilih ukuran standar terdekat yang lebih besar dari nilai ini.
  • Arus Beban Terhitung (I): Arus listrik aktual yang akan mengalir melalui kabel.
  • Area Min. Berdasarkan Arus (A_arus): Ukuran kabel minimum yang diperlukan berdasarkan kapasitas hantar arusnya.
  • Area Min. Berdasarkan Penurunan Tegangan (A_vd): Ukuran kabel minimum yang diperlukan untuk menjaga penurunan tegangan di bawah batas yang Anda tentukan.
  • Penurunan Tegangan Aktual: Menunjukkan berapa Volt dan berapa persentase penurunan tegangan yang akan terjadi dengan ukuran kabel yang direkomendasikan.

Panduan Pengambilan Keputusan

Setelah mendapatkan hasil dari Kalkulator Ukuran Kabel, penting untuk selalu memilih ukuran kabel standar yang tersedia di pasaran yang sama atau lebih besar dari rekomendasi kalkulator. Jangan pernah menggunakan kabel yang lebih kecil dari yang direkomendasikan. Jika Anda ragu, selalu konsultasikan dengan ahli listrik berlisensi untuk memastikan keamanan dan kepatuhan terhadap standar lokal (misalnya, SNI di Indonesia).

Faktor-faktor Kunci yang Mempengaruhi Hasil Kalkulator Ukuran Kabel

Pemilihan ukuran kabel yang tepat tidak hanya bergantung pada perhitungan matematis, tetapi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor praktis yang harus dipertimbangkan. Kalkulator Ukuran Kabel ini memperhitungkan sebagian besar faktor utama, namun pemahaman mendalam akan membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik.

  1. Daya Beban (Power Load): Ini adalah faktor paling fundamental. Semakin besar daya beban (dalam Watt), semakin besar arus yang akan mengalir, dan secara otomatis membutuhkan ukuran kabel yang lebih besar untuk mencegah pemanasan berlebih.
  2. Tegangan Sistem (System Voltage): Tegangan yang lebih tinggi untuk daya yang sama akan menghasilkan arus yang lebih rendah, sehingga memungkinkan penggunaan kabel yang lebih kecil. Sebaliknya, tegangan yang lebih rendah akan membutuhkan kabel yang lebih besar.
  3. Jarak Kabel (Cable Length): Ini adalah faktor krusial untuk penurunan tegangan. Semakin panjang jarak kabel, semakin besar resistansi total kabel, dan semakin besar pula penurunan tegangan yang terjadi. Untuk jarak yang sangat panjang, penurunan tegangan seringkali menjadi penentu utama ukuran kabel, bukan hanya kapasitas hantar arus.
  4. Faktor Daya (Power Factor): Faktor daya (Cos φ) mempengaruhi arus yang ditarik oleh beban AC. Faktor daya yang rendah (di bawah 1.0) berarti arus yang lebih besar diperlukan untuk menghasilkan daya aktif yang sama, sehingga membutuhkan kabel yang lebih besar. Beban induktif seperti motor dan transformator cenderung memiliki faktor daya rendah.
  5. Jenis Konduktor (Conductor Material): Material konduktor utama adalah tembaga dan aluminium. Tembaga memiliki konduktivitas listrik yang lebih baik (resistivitas lebih rendah) dibandingkan aluminium. Ini berarti untuk arus yang sama, kabel tembaga bisa memiliki penampang yang lebih kecil daripada kabel aluminium. Namun, kabel aluminium lebih ringan dan seringkali lebih murah untuk ukuran yang sangat besar.
  6. Suhu Lingkungan (Ambient Temperature): Suhu di sekitar kabel mempengaruhi kemampuannya untuk menghilangkan panas. Semakin tinggi suhu lingkungan, semakin rendah kapasitas hantar arus kabel. Ini karena kabel sudah lebih panas dari awal, sehingga batas kenaikan suhunya lebih cepat tercapai.
  7. Metode Instalasi dan Pengelompokan Kabel: Cara kabel dipasang (misalnya, dalam pipa tertutup, di udara terbuka, ditanam langsung di tanah, atau dikelompokkan dengan kabel lain) sangat mempengaruhi kapasitas hantar arusnya. Kabel yang terpasang di tempat yang berventilasi buruk atau dikelompokkan bersama banyak kabel lain akan memiliki kapasitas hantar arus yang lebih rendah karena kesulitan membuang panas.
  8. Penurunan Tegangan Maksimum yang Diizinkan (Max Allowed Voltage Drop): Ini adalah batasan desain yang Anda tetapkan. Standar umumnya merekomendasikan penurunan tegangan tidak lebih dari 2-5%. Batasan yang lebih ketat (misalnya, 2%) akan membutuhkan ukuran kabel yang lebih besar dibandingkan dengan batasan yang lebih longgar (misalnya, 5%) untuk jarak dan beban yang sama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) tentang Kalkulator Ukuran Kabel

Q1: Mengapa penting untuk menghitung ukuran kabel yang tepat?

A: Menghitung ukuran kabel yang tepat sangat penting untuk keamanan dan efisiensi. Kabel yang terlalu kecil dapat menyebabkan pemanasan berlebih, penurunan tegangan, kerusakan peralatan, dan risiko kebakaran. Kabel yang terlalu besar akan membuang-buang biaya material dan instalasi.

Q2: Apa perbedaan antara kapasitas hantar arus (ampacity) dan penurunan tegangan (voltage drop)?

A: Kapasitas hantar arus adalah arus maksimum yang dapat dialirkan kabel tanpa melebihi batas suhu aman. Penurunan tegangan adalah hilangnya tegangan sepanjang kabel. Keduanya adalah kriteria utama dalam menentukan ukuran kabel; ukuran kabel yang direkomendasikan adalah yang terbesar dari kedua perhitungan ini.

Q3: Apakah saya bisa menggunakan kabel aluminium untuk instalasi rumah?

A: Kabel aluminium umumnya tidak direkomendasikan untuk instalasi rumah tangga di Indonesia karena beberapa alasan, termasuk sifatnya yang lebih mudah korosi dan ekspansi termal yang lebih besar dibandingkan tembaga, yang dapat menyebabkan sambungan longgar dan risiko kebakaran. Kabel tembaga lebih umum dan aman untuk instalasi rumah.

Q4: Apa itu faktor daya dan mengapa itu penting dalam perhitungan kabel?

A: Faktor daya (Cos φ) adalah rasio daya aktif (daya yang benar-benar melakukan kerja) terhadap daya semu (total daya yang ditarik). Untuk beban AC, faktor daya kurang dari 1.0 berarti arus yang lebih besar diperlukan untuk menghasilkan daya aktif yang sama. Arus yang lebih besar ini membutuhkan kabel yang lebih besar untuk mencegah pemanasan dan penurunan tegangan.

Q5: Berapa persentase penurunan tegangan yang ideal?

A: Standar umum merekomendasikan penurunan tegangan tidak lebih dari 2% untuk sirkuit penerangan dan 3-5% untuk sirkuit daya. Penurunan tegangan yang lebih rendah selalu lebih baik untuk efisiensi dan kinerja peralatan.

Q6: Apakah suhu lingkungan mempengaruhi ukuran kabel?

A: Ya, suhu lingkungan sangat mempengaruhi kapasitas hantar arus kabel. Semakin tinggi suhu, semakin rendah kemampuan kabel untuk membuang panas, sehingga kapasitas hantar arusnya berkurang. Dalam kondisi suhu tinggi, Anda mungkin memerlukan ukuran kabel yang lebih besar.

Q7: Apakah kalkulator ini menggantikan konsultasi dengan ahli listrik?

A: Tidak. Kalkulator Ukuran Kabel ini adalah alat bantu yang sangat berguna untuk perkiraan dan pemahaman awal. Namun, untuk instalasi listrik yang sebenarnya, terutama yang kompleks atau berskala besar, Anda harus selalu berkonsultasi dengan ahli listrik berlisensi. Mereka dapat mempertimbangkan semua faktor lokal, standar, dan kondisi spesifik yang mungkin tidak tercakup sepenuhnya oleh kalkulator umum.

Q8: Bagaimana jika hasil kalkulator tidak sesuai dengan ukuran kabel yang tersedia di pasaran?

A: Selalu pilih ukuran kabel standar yang tersedia di pasaran yang sama atau lebih besar dari rekomendasi kalkulator. Misalnya, jika kalkulator merekomendasikan 1.89 mm², Anda harus memilih kabel standar 2.5 mm².

Alat Terkait dan Sumber Daya Internal

Untuk membantu Anda lebih lanjut dalam perencanaan dan pemahaman sistem kelistrikan, kami menyediakan beberapa alat dan panduan terkait:

© 2023 Kalkulator Ukuran Kabel. Hak Cipta Dilindungi.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *